SAYA IKHLAS DIPANGGIL TUHAN, KARENA SUDAH KETEMU RHOMA

Pondok Jaya, 17 Juli 2015

Teman saya ini fans berat bang haji. Dua hari lalu mimpi ketemu bang haji nyaris kesampaian. Sayang sebagai pejabat publik dia harus ikut mendampingi pak menteri untuk operasi pasar di sejumlah pasar.



Jabatan beliau sudah di level manajemen puncak. Pernah jadi humas di kantor pusat yang mengepalai seluruh cabang di seluruh Indonesia. Kali ini dia dipercaya menjadi pimpinan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Level manajer setingkat Kapolda Metro Jaya kalau di kepolisian tidak membuatnya risih ketika bertemu bang haji. Saat sholat idul fitri tadi pagi ia sibuk potret sana sini dan ambil video. Agak janggal, karena kami dan sejumlah pewarta menggunakan perangkat yang dapat dikatakan mumpuni, tapi beliau cukup pakai HP mewah sibuk mondar mandir layaknya bayi dapat mainan baru. Sedikit istifghar saya saat itu, karena , saya punya andil untuk mengundang boss yang satu ini, tapi tidak disangka kelakuannya tidak mirip boss. Kalau diukur-ukur kelakuannya tadi lebih mirip pelamar kerja yang baru masuk ke kantor BUMN yang dia pimpin.



"Saya ikhlas, kalau saya meninggal hari ini." serunya usai ketemu bang haji. "Saya sudah ketemu bang haji, saya ridho kalau saya dipanggil Allah Swt". Saya tambah tidak percaya kalau teman saya yang pernah mimpin organisasi kemahasiswaan se Indonesia dengan level Sekjen atau dibawah Ketua Umum ini bisa melepaskan kata-kata yang ajaib ini.


Bagaimana tidak heran melihat tingkah senior saya ini. Dua hari yagn lalu dia uring-uringan karena nggak bawa sopir dan tidak ada valet parking. Akibatnya dia hanya papasan dengan bang haji ketika bang haji mau masuk mobil meninggalkan epiwalk usai live di TV One. Saya telpon bang haji, karena nggak tega melihat wajah melas sahabat saya ini seolah berharap benar mendapat durian runtuh hari itu.


"saya sudah 2 tahun berupaya menemui bang haji secara khusus. Saya sudah jadi pejabat dan keinginan saya terakhir dalam hidup ini tinggal satu. Ketemu pujaan saya sejak kecil, Rhoma Irama." matanya berbinar-binar ketika mengucapkan kata-kata ini sambil traktir kami makan di Satay Senayan. Karena kasihan akhirnya saya telpon balik bang haji. Setelah basa basi tentang jadwal kegiatan seminggu. Saya sisipkan pembicaraan bahwa ada pejabat yang ingin bicara dengan bang haji.


"Alhamdulilah bang haji" suaranya gemetar ketika saya pinjamkan hp saya untuk bicara dengan rhoma irama. "saya hapal puluhan lagu bang haji. Sejak kecil saya mengagumi bang haji. Jika berkenan saya ingin bersilaturahim dan bermuwajahah" saya kagum bahasa arabnya sahabat saya ini cukup faseh.

Akhirnya telpon kembali lagi ke saya. Wajah berbinar senang terlihat usai bertelponan dengan rhoma irama.


Semalam saya sengaja mengajak beliau untuk bertemu khusus dengan bang haji. Kenapa? karena semalam bang haji minta saya untuk menghubungi media untuk meliput ceramah idul fitri di lapangan pondok jaya dekat rumah beliau. Rhoma menjadi imam sekaligus khotib sholat id disana. Usai sholat jumpa press dilakukkan di kediaman sang legenda dangdut. Sahabat saya ikut masuk mendampingi media. Kalau dihitung-hitung dari sejak masuk ruangan tamu sampai bubar beliau bersama anak dan istri sibuk potret sana potret sini. Seolah tidak percaya hari ini di hari kemenangan ia mendapat kemenangan.


"Saya puas hari ini" tangannya direntangkan keduanya. Ia tidak melihat saya berada dibelakangnya persis. Saya tegur dia terkejut dan keluarlah kalimat ajaib yagn tadi saya ungkapkan diawal cerita. "saya ikhlas kalau dipanggil Allah hari ini, karena sudah jumpa rhoma irama".

Ajaib. Baru ketemu dengan makhluk satu ini. Saya tidak heran kalau melihat sahabat yang kerap dijuluki the Rombeng yang sejak subuh sudah nongol di rumah bang haji. Kalau lihat the rombeng potret sana potret sini bahkan di samping mobil velffire bang haji sebelum subuh, saya tidak heran. Kata teman teman forsa the Rombeng sudah ada sejak beberapa hari lalu dan menginap di masjid chusnul khotimah. Mereka menunggu dengan setia acara open house bang haji yang ternyata tidak untuk hari ini. Open house tampaknya baru dibuka pada hari kedua.



Udah dulu laporan pandangan mata dari rumah bang haji Rhoma Irama. Mohon maaf lahir batin, taqoballohu minna wa minku taqobal ya karim.

wassalamu alaikum

ramdansyah

5 tampilan1 komentar

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean