RHOMA SEWA PESAWAT DARI BANYUWANGI KE JAKARTA


Banyuwangi, 21 Juni 2014

Tulisan ini dibuat ketika di Banyuwangi. Ini adalah lokasi dadakan setelah konser di Pamekasan, Genggong, seharusnya ke Gresik, ternyata digeser ke Banyuwangi. Kalau dari Gresik akan mudah untuk menggunakan pesawat komersil di Surabaya menuju Jakarta. Kalau dari Banyuwangi tidak banyak pesawat komersial. Kota ini hanya memiliki bandara perintis, sehingga penerbangan pun berjadwal. Alternatif yang mungkin adalah sewa pesawat dari Surabaya untuk jemput di Banyuwangi dan kembali ke Jakarta. Di Jakarta kami harus tampil besok pagi di Gelora Bung Karno. Kami berfose akrab sebagai teman di atas pesawat.




Oh yah, mendengarkan music live secara gratis, dapat tiket, akomodasi saya biasanya nonton soneta. Ini bukan soal pilihan politik, tetapi lebih kepada perkawanan. Teman atau penggemar bang haji rhoma adalah kawan-kawan saya. Mereka juga punya pilihan politik sendiri, kecuali lembaga formal seperti forsa, fahmi tamami atau bang haji rhoma sendiri. Tentunya sebagai penikmat seni atau penggemar fotografi tidaklah menjadi penghalang untuk berkawan dengan siapa saja..baik yang memiliki preferensi ke nomor 1 atau ke nomor 2, bahkan saya berteman dengan teman teman yang tidak berkeinginan untuk memilih karena sumpeknya dengan politik adu domba....bek embek embek..dus wedus wedus



Ijinkan saya memotret foto narsis saya dan teman-teman lain tanpa harus berpretensi apapun, karena pekerjaan sebagai juru foto adalah sebuah rezeki tersendiri. Saya sendiri pernah diundang dan menjadi host untuk pemusik Gipsy King yang terkenal dengan bamboleo, tetapi tidak berarti saya meninggalkan musik melayu ataupun dandut. Rekan-rekan saya di kampus juga kaget melihat saya menjadi MC di Jakarta Convention Hall Centre di tahun 1997...nggak kebayang ngeMC karena MC sebenarnya tengah kebelet, akhirnya sebagai penterjemah terpaksa harus mengatakan didepan ribun penonton, "usai sudah penampilan Gipsy King dan tibalah waktu istirahat selama kurang lebih 30 menit"...hari itu saya tampil plontos karena baru dibotak. Penonton agak kesal karena lagi asyik berjoget dengan band asal Perancis ini, tiba tiba dihentikan oleh si botak.

Perjalanan hari ini dari Muncar Banyuwangi untuk cek sound dan ke hotel di mobil bersama bang haji, beliau bertanya. "ramdan, ente bisa bahasa perancis, kalau cinta dalam perancisnya apa". Saya bilang l'amour dengan penyebutan ke bahasa Indonesia terdengar lamur, beliau langsung bilang..."oh, artinya cinta dalam perancis itu gelap mata alias lamur".

Eh, iya bang haji...kalau sudah ngefans..apa-pun terkadang menjadi lamur...nggak kelihatan...maaf teman teman fans, cuma becanda dari hasil obrolan sepanjang perjalanan di Banyuwangi...n besok tampil di GBK

oh yah untuk penggemar soneta..ada yang pengen tahu tentang masuknya H. Chofiv, bisa lihat upload youtube saya dari banyuwangi

0 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean