RHOMA PASCA PEMBELOTAN DUKUNGAN PKB

Pondok Jaya 20 Mei 2014

Tulisan ini dibuat pasca Rhoma tidak lagi bersama dengan PKB. PKB cuek saja meski mendapatkan kenaikan suara parlemen di Pemilu 2014 meningkat 2 kali lipat menjadi 9 persenan. Fans atau relawan rhoma yang tergabung dalam Riforri sangat marah atas acuhnya PKB untuk mencalonkan Rhoma sebagai Calon Presiden. Memang perjanjian teknisnya adalah capaian suara 20 persen, tetapi sangatlah mustahil baik Mahfud MD, Jusuf Kalla dan Rhoma sendiri untuk dapatkan suara 20 persen untuk melanju dicalonkan PKB.




Kemarahan relawan Rhoma dalam kondisi akut. Ada relawan yang membakar bendera PKB di beberapa daerah. Yah, fans itu sangat berarti... berbuat bagaikan relawan...bertahan tanpa mengharapkan uang....dan uang banyak dikeluarkan. Di dunia politik praktis Indonesia dimana demo mesti dibayar atau pertemuan basa basi menghamburkan uang, maka aneh kalau orang mau berkumpul hanya dilandasi ikatan emosional yang bernama fans...pertanyaannya apakah fans berarti rasional?



Mungkin agak sulit menjawabnya apakah dukungan emosional itu rasional? kalau saya akan menjawab bahwa yang emosional harus tetap rasional. Ini artinya rasio tetap melekat pada diri manusia, makhluk rasional. kalau Descartes bilang cogito ergo sum aku berpikir, maka aku ada. Kayanya sebagai fans perlu juga ungkapan "karena emosional, maka aku ada", tetapi alangkah baiknya meski fans tetaplah rasional...membuat pilihan sadar untuk menentukan nasib bangsa dan negara. Bangunan untuk memilih pemimpin harus tetap didasari pilihan siapa yang layak untuk memimpin kita semua. Ia akan memimpin fans, memimpin tetangga kita,memimpin warga jakarta, dan rakyat Indonesia.



Tidak perlu mencela sana sini. Prabowo Hatta dan Jokowi Kalla adalah calon pemimpin kita. Membuat pilihan diantara keduanya adalah membuat pilihan yang terbaik dari yang baik-baik. Terlepas suka atau tidak suka kita harus membuat pilihan pada 9 Juli 2014. Mubazir, hanya karena emosional terhadap salah satu partai politik, tidak memilih dan beranjak ke kotak suara. Pilihan sadar tidak ditentukan oleh dorongan emosional, tetapi karena akal. Itu sebabnya Tuhan mengharapkan kita menjadi insan kamil....makhluk sempurna, karena akal. Pilihan sadar ini tentunya akan kita pertanggungjawabkan didepan Tuhan...Mari tentukan pilihan berdasarkan pilihan sadar. Menjadi fans yang akan melebur menjadi pendukung atau tidak mendukung, itu sebuah pilihan. Mencaci atau menghinda saudara kita sebangsa dan setanah air sebaiknya bukanlah pilihan. Karena ketika the living legend dan orang bijak mengutip statemen, "janganlah memakan bangkai saudaramu sendiri" itu adalah perintah.


Ya, kita membuat pilihan sadar untuk tetap rasional meski hidup didunia yang penuh canda gurau (addunya laibun).....siap-siap untuk menentukan pilihan secara sadar...mendukung vs tidak mendukung, aktif vs tidak aktif, terlibat vs menonton...saya sendiri akan merenung dan berdoa, semoga kita semua tidak termasuk kedalam orang yang merugi.....


Ditengah kegalauan tersebut ada berita Prabowo akan hadir dikediaman rhoma di Pondok Jaya. Bagaikan hujan di bulan Juni mengutip puisinya Sapardi Djoko Damono, fans atau relawan yang dahaga berbondong bondong mendatangi rumah rhoma. Berharap hal tersebut terjadi dan menyerahkan dukungan politik fans dan relawan kepada calon presiden Prabowo Subianto.




0 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean