RHOMA MEMINTA TEMANRHOMA JADI TIMSES

Diperbarui: Mei 28

tulisan pertama kali tahun 2013 usai pertemuan dengan rhoma yang pertama kali usai pemanggilan sang raja di kantor bawaslu dki tahun 2012


"BANG RAMDAN TULISANNYA DI FB RENYAH. PADAHAL YANG DIJADIKAN BENANG MERAH TULISAN TENTANG BANG HAJI RHOMA" tuing-tuing, sms muncul dari rekan di hp. Nggak sadar saya jawab, "tanpa editan dan baca ulang. Ngalir ajah. Kan, tulisan buat di FB, harus banal, kalau nggak akan dianggap karya ilmiah". Jawaban segera terkirim. Ternyata sejawat saya ini melihat ada 2 atau 3 postingan saya tentang bang haji rhoma, tanpa harus nyinggung sana sini sisi hitam dan putih secara menyolok. Sebuah tulisan perjalanan hanya perlu kejujuran saja untuk mengungkapkan dan mungkin metode.


Sebenarnya ada beberapa metode ketika aku menulis, Banal nggak perlu dibaca ulang, kalau salah paling minta maaf. Kedua, perlu cek ulang cukup sekali saja. Contoh, ketika ahad dua hari lalu rekan media cetak minta konfirmasi terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS), cukup kirim pesan via bbm, baca sekali and send. Hasilnya rekan rekan bisa nikmati di koran cetak kemarin atau upload saya kemarin. Ketiga, tulisan opini yang saya kirim ke sejumlah koran nasional dan lokal. Tulisan ini selain dibaca berkali kali, diprint out, juga minta dianalisis sama teman teman. Selanjutnya tetap ditulis ulang, sebelum dikirim ke redaksi. Terakhir, dari 5 kampus yang saya buat skripsi dan tesisnya...sebuah tulisan bahkan harus dirombak rombak berkali-kali, berulang kali. Bahkan nyaris bikin enek (pake tekanan) mau muntah. Tapi itu resiko dari maqom (tingkatan sebuah tulisan). Swear, tulisan ini selesai diketik, saya ogah baca ulang.


Ini adalah foto-foto ketika saya diundang oleh rekan di Mampang Prapatan. Meski foto bisa berbicara banyak, tetapi saya perlu membuat narasi untuk menghindari salah tafsir. Bahasa gampangnya harus dilihat dalam konten dan konteks.

Harus dilihat pada konteks. Pertama ini adalah foto-foto ramadhan 1434 atau tahun 2013. Pertemuan ini mengingatkan kembali pada kenangan 1 tahun lalu atau tepatnya Pemilukada DKI tahun 2012. Saat itu bang haji rhoma saya undang ke kantor panwaslu dki untuk klarifikasi terkait pernyataannya di Masjid Al Araf, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Konteks kekinian diperlukan, karena saya tidak mungkin ambil resiko bertemu dengan bang haji ketika yang bersangkutan diduga memiliki persoalan terkait isu SARA. Kedua, terkait konten. Saya kebetulan lagi meminta bang haji rhoma untuk memberi tanggapan buku komik baru saya yang berjudul "SARA, Ada Apa Bang Haji Rhoma?". Bang Haji Rhoma ternyata senang sekali ada buku putih terkait dengan kejadian 2012 lalu. Saya sendiri selaku penulis 5 buku melihat ada potensi buku laku keras kalau mengungkap seputar fakta Pemilukada khususnya kaitannya dengan bang haji.


Ada poin penting yang harus diungkapkan dalam tulisan ini. Bang haji memberikan garis tebal pernyataan, "tolong tulis pernyataan yang saya ulang berkali-kali. Islam itu tidak diskriman dan mencintai pluralisme. Dalam pemilihan gubernur DKI bahkan saya bilang ke banyak orang, Tell Ahok that I love him". Pernyataan bang haji ini Insya Allah akan saya tulis dalam komik yang totally 95% sudah jadi (Sisa 5% nya bergantung kepada final touch). Jujur saja saya melihat ada sejumlah nilai positif yang bisa diangkat dari Pemilukada DKI dan Isu SARA. Dalam konteks bang haji rhoma ada beberapa hal yang perlu diangkat dan dibaca secara jernih. (Biarkan komik saya nanti yang bicara, he he...promosi)

Poin ketiga yang perlu saya perbincangkan dengan bang haji terkait dengan pencalonan bang haji. Jujur saja, saya terkejut usai Pemilukada DKI 2012 diberbagai forum menyatakan diri sebagai calon presiden RI. Dalam pertemuan ringkas itu saya pertanyakan langsung tentang konteks kenapa dia mencalonkan diri jadi presiden. Sedikit statemen yang perlu saya sampaikan dan mengutip pernyataan bang haji, "saya tidak mencalonkan, tetapi dicalonkan oleh banyak alim ulama dan tokoh masyarakat. Puncaknya di kwitang, Jakarta Pusat. Legalitas formal akhirnya didapat melalui PKB. Saya dicalonkan oleh partai yang ada di Senayan, yakni PKB. Dan itu realistis."


Pada akhirnya, Rhoma meminta ramdansyah untuk menjadi anggota Timses Rhoma Irama for RI atau Riforri. Dari sini intensitas pertemuan rhoma dan berlangsung sampai ke tahun tahun mendatang.



Pertemuan Ramadhan dengan bang Haji Rhoma diakhiri dengan acara resmi pemberian santunan yatim piatu dilingkungan sekitar rumah bang haji rhoma. Ustad Anas Kurdi dan Sekjan FAMAMI Ustad Lutfi menemani bang haji ke panggung untuk memberikan sambutan dan sedikit tausiah. Setelah sambutan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Bang Haji Rhoma menyanyikan 2 lagu live dengan iringan organ tunggal. Lagu Yatim Piatu dan Keramat menjadi pamungkas dan pelepas dahaga karena selama jadi ketua panwaslu DKI terpaksa "tidak dianjurkan nonton live bersama bang haji rhoma". Padahal sejak tahun 1984 saya sudah maksain nonton konser di Gelora Bung Karno. Atau ketika lagi di Karawang, sempat nonton konser bang haji. Atau kalau lagi di TVRI sempet nonton juga.....

Ok bang haji...doa seorang fans turut menyertai. Semoga bang haji dan keluarga selalu dalam limpahan berkah, rahmat dan hidayah dari Allah Swt, amin. Jika perlu bantuan ane, silahkan hubungi.

1 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean