RHOMA IRAMA TAK HENTIKAN PERTUNJUKAN MESKI HUJAN DERAS

Brebes, 9 Juli 2014



Teman-teman yang biasa nonton konser Soneta biasanya penonton loyalis. Penonton setia juga tidak akan goyah hanya karena hujan. Di jawa tengah (kalau nggak salah di Brebes, pasca di Kebumen) hujan yang mengguyur dan tampias kena crew soneta membuat flu 2 atau 3 orang anggota. Sebut saja bang didi pemain rhythm gitar berulang kali mengusap hidungnya dengan tisu. Pendi pemain dolak menggunakan kain untuk menutup kepala. Hampir semua soneta femina ketika break melakukan sedekep (maksudnya posisi sholat dengan kedua tangan merapat untuk menghangatkan tubuh). Penonton ada yang membuka payung, tetapi sebagian tetap bertahan.



Resiko hujan tidak saja berpengaruh pada fisik pemain, tetapi juga alat. Coba lihat saja saxophone bang banta kemasukan air atau juga punya koko. Tas suling berisi air dan merendam semua suling didalamnya, akibatnya suling harus dikalibrasi (gimana yach kalibrasi suling?). Keyboard harus ditutupi dengan plastik. Demikian pula semua speaker ditutupi plastik. Untungya kabel-kabel listrik tidak ada yang terkelupas sehingga tidak ada korban. Alhasil keluaran alat musik yang seharusnya terdengar di output speaker ada yang tidak keluar sama sekali. Kamera saya yang merekam gambar semuanya berembun, akibatnya gambar tidak bagus. Ketimbang kehilangan momen lebih baik ikut memotret meski gambar buruk. Kamera sering dimasukan ke tas untuk menghindari air hujan dan tampias yang dapat merusak kamera.




Meski penonton, crew dan alat hampir dikatakan crowded, the show must go on. Semangat untuk tetap bernyanyi muncul karena penonton tidak beranjak dari lokasi pertunjukan, bahkan ikut menyanyi dan bergerak-gerak untuk menghangatkan tubuh. Beberapa gambar menampilkan hujan, penonton, crew soneta dan bang haji. Pengambilan gambar lagu Stop dengan mengambil sisi belakang bang haji juga tetap dilakukan, meski tidak sebagus ketika diambil di cuaca terang. Coba lihat dan bandingkan dengan penampilan bang haji di lagu stop dalam cuaca terang. Sangat berbeda, tetapi harap dimaklumi. Saya tidak begitu yakin teman teman fasn menyukai gambar ini, karena kualitasnya buruk. Berbeda dengan unggah gambar lagu stop yang disenangi (like) hampir 200 orang dalam waktu kurang lebih 12 jam sejak kemarin. Coba bandingkan yach dengan gambar stop dari daerah lain yang nyaris lumayan bagus...atau tidak terganggu cuaca.


Jadi selamat menikmati cuaca hujan, stop hujan dan kekacauan didalamnya. Meski demikian kami senang karena penonton tidak ada yang beranjak. Usai lagu stop diakhiri dengan 1 lagu terakhir:

"Kini ‘ku berjanji padamu semua Bahwa suatu saat kita jumpa pula Insya Allah kita jumpa lagi Insya Allah kita jumpa lagi"



Alhamdulilah, ketika acara berlangsung yang bertahan adalah penonton, tetapi usai acara justru kami yang bertahan, karena mobil bus Soneta terendam di lapangan. Sekarang, giliran kami yang harus bertahan sementara penonton sudah pada pulang. Mobil tidak bisa diangkat oleh 3 traktor, Beristirahat dulu di Musholla dan ikut sholat magrib berjamaah dengan warga setempat. Ikut munggahan jelang Ramadhan berikut dapat jatah besek. Sekitar jam 20.00 akhirnya diputuskan kami harus berganti kendaraan dengan mobil kecil dan bus untuk crew soneta ke arah Pekalongan.




0 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean