RHOMA DI YOGYAKARTA

Yogya, 28 Juni 2014

Terakhir ke yogyakarta tahun 2010. Ketika itu peluncuran buku saya Sisi Gelap 2009. Acara dilakukan di kampus UIN Sunan Kalijaga. Menginap di Wanitatama karena dekat lokasi acara. Di tahun 2010 saya dua kali berkunjung kesana setelah jauh sebelumnya tahun 1997 mengikuti kegiatan kongres HMI di Yogyakarta.


Yogya adalah kota yang ramah. Ada rekan ketua bawaslu RI mas bambang yang juga tinggal di kota ini. Beliau juga ramah sekali. Khas orang yogya. Tapi setelah peristiwa anarkisme di penjara oleh oknum TNI dan gerombolan geng motor terkadang saya kerap bertanya apakah yogya masih tetap ramah?



Ah sudahlah, pertanyaan spekulatif tidak perlu dibahas, tetapi melihat kejadian konser di bantul dimana ada kelompok bermotor yang seharusnya menikmati pertunjukan tetapi justru menampilkan pertunjukan sendiri, maka saya mulai mendapat kesan. Mungkin saja yogya berubah.


Rasa hormat saya banyak warga terhadap dua pasangan calon presiden selalu ditampilkan disejumlah kota yang dikunjungi. Setiap kegiatan atau pertunjukan ada rasa saling menghormati. Rasa saling menghormati ini menjadi penting karena KPU dan Bawaslu telah menempatkan jadwal kampanye rapat umum secara adil. Sehingga tidak boleh ada saling ganggu. Rekan-rekan kami-pun tampil dengan sangat sopan dan ramah di panggung, membawakan lagu lagu religi dan kebangsaan. Lihat saja foto-foto yang kami tampilkan. Tidak ada wajah wajah garang disana.



Semoga atraksi knalpot kampanye kendaraan roda dua dibelakang panggung tidak terulang kembali. Saya ingin mengenang kembali Yogya sebagai kota yang ramah, karenanya saya akan tetap mengajak anak-anak liburan ke sana. Berkunjung ke sejumlah kampus atau membeli buku di Social Agency. Saya akan tetap berdiskusi dengan teman-teman disana. Keramahan sebagian besar warga yogya akan menjadi bagian kenangan dan harapan keluarga kami.

0 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean