RHOMA DAN SONETA FEMINA

Jakarta, 7 Juli 2014

Soneta femina adalah cewek-cewek yang menjadi backing vocal soneta. Kira-kira begitu saya menggambarkan keempat cewek di belakang. Selain vocal, kelembutan gerakan tangan dan tubuh menyatu dengan lagu-lagu soneta. Saling melengkapi bahasa yang tepat. Saya paling senang penampilan soneta femina ketika lagu Azza dikumandangkan. Gerakan cepat dan berliuk-liuk membuat koreografi cantik dipandang. Melengkapi kekaguman terhadap azza yang diasosiakan sebagai Sesuatu dengan S besar.




Duduk di mobil rombongan selalu didepan. Protes mereka terhadap asap rokok menyebabkan larangan merokok didalam bus. Ketika mau turun soneta femina ini mendapat prioritas. Bang haji yang biasa duduk di depan bus juga mempersilahkan femina untuk turun terlebih dahulu. Oh yah, the legend lebih sering menggunakan bus besar, meskipun ada Alphard yang siap mengantar beliau dari panitia.




Perbincangan akrab dengan keempat femina ini terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Sebelum sholat subuh berjamaah kami sahur bersama. Kebetulan satu meja dan mereka bertanya, "mas ramdan gelarnya apa?". Tumben, saya ditanya gelar. Saya sebutlah 3 gelar S1 dan 3 gelar S2 yang saya miliki. Mereka terkejut, karena saya memilih menjadi tukang potret ketimbang duduk berdampingan dengan Rhoma Irama. "Pada prinsifnya, saya nggak bisa diam. Saya nggak betah kalau hanya jadi konsultan politik dan duduk bersebelahan dengan haji. Saya bisa risih. Lebih baik saya ambil kamera, Kalau dibutuhkan untuk bicara soal politik momen ketika rehat atau dalam perjalanan". Itu jawaban yang saya berikan kepada femina untuk menjawab keheranan mereka.


Meski soneta femina sangat profesional dalam menyanyi dan menari, namun kebiasaan sebagai cewek bingit tidak lepas. Lihat saja sebelum pertunjukan baik cek sound atau pertunjukan sebenarnya, maka hp selalu dimainkan terlebih dahulu. Ada yang chating, update status, bahkan video call. Kamera saya pernah menangkap keempatnya tengah asyik menggunakan hp.



Selanjutnya mas noer Soneta Mania dapat memperpanjang tulisan ini. Berikut tulisan dari Soneta Mania tentang Dewi salah satu Soneta Femina...makasih mas noer untuk tambahan ceritanya




" Saya masuk Soneta Femina bulan Mei 2002. Awalnya di ajak Dewi yang sudah lebih dulu jadi personil Femina.Kita memang sering bertemu di pertunjukan musik dangdut. Dia mengajak saya test vocal di Soneta Record. Kaget juga mendengar nama Soneta Record. Siapa sih yang tidak kenal Soneta.


Pada saatnya saya datang ke studio Soneta dan disana sudah ada 2 orang yang ternyata juga akan mengikuti test vocal. Saat itu kami diminta membawakan lagu Cinta Segitiga dan Selamat Malam secara trio. Dan Syukur Alhamdulillah ternyata saya dinyatakan lolos dan diterima menjadi personil Soneta Femina menggantikan posisi mba Ira Swara. Usai test tersebut beberapa hari kemudian langsung ikut tour show SONETA 10 kota di Jawa Timur. Pengalaman pertama yang benar-benar membahagiakan.


Di SONETA Pak Haji tidak terlalu kaku menetapkan aturan yang pasti kita harus selalu disiplin, terutama saat latihan atau saat persiapan menjelang tampil. Pak Haji sangat tidak suka orang yang tidak berdisiplin. Pak Haji itu orangnya asyik, beliau bisa diajak bicara seperti seorang ayah bahkan juga seperti seorang teman. Awalnya mungkin kaku tetapi setelah beberapa waktu sudah langsung klik, begitupun dengan semua personil SONETA yang lain, meskipun sudah berusia lanjut tetapi tetap bisa bercanda juga.

Saya tidak pernah secara khusus belajar olah suara. Semua berjalan dengan sendirinya. Awalnya terjun ke dunia tarik suara dimulai saat Wakil Kepala Sekolah tempat saya bersekolah meminta saya untuk tampil menyanyi saat peresmian gedung kantor Kecamatan. Beliau meminta saya karena di sekolah saya sering dihukum untuk menyanyi di depan kelas bila terlambat atau ada kesalahan lain. Dan ternyata saya berhasil tampil di acara tersebut hingga akhirnya saya jadi penyanyi panggung hingga saat ini.


Pengalaman paling berkesan bersama SONETA tentu saja saat show di Amerika Serikat. Ngga pernah terlintas dalam fikiran kalau suatu saat saya akan berada di Negaranya Obama tersebut. Alhamdulillah bersama SONETA saya akhirnya bisa sampai kesana dan semoga saja suatu saat ada tawaran show di Arab Saudi agar bisa sekalian umroh....(ayo dong Pak Haji SONETA di ajak umroh bareng..he..he)



0 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean