RHOMA DAN 17 AGUSTUSAN DI SEBELAH RUMAH

Diperbarui: Mei 29

Pondok Jaya, 17 Agustus 2013


Setelah tidak mendapatkan celah keluar untuk kendaraan roda 4, saya mengganti dengan kendaraan roda 2. Jam sudah menunjukan pukul 17.00 saya harus menuju mampang perapatan, karena sudah ditunggu. Setelah 1 jam lebih tidak mendapatkan ruas jalan dan berganti dengan roda 2, masih tetap dapat hambatan untuk keluar dari rumah pemukiman. Alhamdulilah pukul 18.00 bisa keluar ke jalan besar plumpang yos sudarso.

Sampai di mampang perapatan sekitar pukul 19.00 diterima oleh panitia di rumah ketua Rw 06 Kel. Pela Mampang, Mampang Perapatan, Jakarta Selatan. Setelah ngobrol ngalor ngidur akhirnya pukul 19.30 Pak Bambang Ketua Rw 06 mengajak saya ke Gelanggang Olahraga (GOR) Kecamatan Mampang di sudut jalan Mampang Perapatan VI. Di GOR ini diadakan perayaan puncak HUT RI Ke 68. Disana sudah ada Camat Mampang Perapatan, Lurah Pela Mampang dan wakil dari Koramil Mampang Perapatan. Seperti biasa sebagai undangan sudah tersedia kursi VIP di paling depan. Istri yang mendampingi saya taruh dibelakang kursi VIP. Maaf, bukan diskriminasi karena istri memaksa mau nonton sang Raja.


Setelah lagu dan hiburan tari seperti pertunjukan 17 agustus dibanyak pelosok negeri ini dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Panitia, Ketua Rw 06 memberikan sambutan. Eeh, ketika giliran pak Camat Mampang Perapatan mau memberikan sambutan MC meminta maaf. "Saya minta maaf, karena sang Raja ada keperluan, maka sambutan berikutnya dari Sang Raja Dangdut yang kebetulan warga Rw 06 kel Pela Mampang, Kec. Mampang Perapatan". Pak Camat yang gaya dan penampilannya mirip pak Gubernur DKI mengikhlaskan sang Raja tampil. Wong saya ngefans koq sama bang haji Rhoma. Seumur umur saya belum pernah berfoto bareng sama bang haji Rhoma. Keihlasan pak Camat membuahkan hasil foto bareng dengan sang Raja Dangdut.


Rhoma Irama tampil dengan pakaian batik merah dan bawahan putih. Pakaian yang disesuaikan dengan suasana kemerdekaan dan panggung. Sambutan meriah warga Pela Mampang riuh rendah setelah sang Raja menyampaikan keinginan untuk berganti jubah menjadi presiden. "Saya tidak mencalonkan diri, tetapi saya diminta oleh alim ulama, tokoh masyarakat dan banyak warga ketika di Kwitang. Setelah partai PKB meminang saya untuk menjadi Presiden RI untuk pemilihan 2014, maka saya istiqomah untuk mencalonkan". Pernyataan bang haji Rhoma yang warga Rw 06, karuan saja dibalas dengan tepok tangan yang tiada henti. "Selaku warga Rw 06 kel Pela Mampang, Kec. Mampang Perapatan, ijinkan saya kulo nuwon, pamit dan mohon doa kepada warga, pemuka agama dan pemimpin disini untuk mencalonkan diri menjadi Presiden. Saya tidak meminta bapak ibu untuk memilih saya, karena akan dianggap kampanye. Saya mengajak untuk memilih wiranto kalau bapak ibu suka dengan Partai Hanura. Pilihlah Aburizal Bakri jika senang dengan misi visi Partai Golkar. Pilihlah Prabowo Subianto jika melihat Gerindra yang terbaik. Tetapi jangan lupa memilih Rhoma Irama dengan PKB-nya jika memang itu pilihan bapak ibu sekalian."



Uniknya setelah menyampaikan tausiah 17-an dan halal bi halal sang calon presiden didaulat untuk menyumbang. Tidak dengan uang tentunya, tetapi menyumbang lagu. Saya kira bang haji rhoma akan keberatan, karena tidak ada pendamping Soneta, eh ternyata dia bersedia. Tanpa dikomando didepan panggung sesak oleh anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu untuk mengabadikan dengan kamera poket, ipad, bahkan dengan hp seadanya. Lagu pertama yang dipersembahkan adalah lagu Keramat. Lagu kedua Mardotilah. Lagu Mardotilah ini dia katakan diilhami dari keutamaan bangun malam untuk menghadap Tuhan dengan sholat tahajud. "Lagi, lagi, lagi" seru penonton (bukan warga Rw 06 lagi karena ratusan orang memadati GOR sudah memadati gedung olahraga ini). "Siapa yang mau bayar nich??" canda bang haji. Pembawa acara lansung nyamber "tinggal pilih, ada pak Rw, ada pak Lurah dan pak Camat yang bayar honor nyanyi bang haji". Mc tampak ingin nambah lagu karena dengan 2 lagu awal saja dia sudah berjingkrak jingkrakan di atas panggung dan menjadi perhatian semua penonton.


Lagu terakhir si Raja Dangdut eh Capres RI ini adalah lagu yang menjadi hitsnya Ridho Rhoma, Menunggu. Tak lupa Capres RI ini mengajak calon Bu Wapres naik ke atas panggung. Malu-malu Ricca Rahim mendampingi suaminya tampil di panggung. Keduanya tampil prima didepan publik yang haus akan hiburan alami tidak melalui layar televisi. Selama ini kehadiran Rhoma Irama selalu di layar televisi atau bersama dengan Soneta-nya, tetapi malam itu hanya dengan organ tunggal sang bintang sudah sangat prima. Setelah bang Haji Rhoma selesai dan pak camat mampang tampil dengan sambutannya. Saya cukup membacakan 2 puisi dari buku Watingpung Cinta Tuhan Politik. Satu puisi kemerdekaan berjudul Indonesia Pusaka dan puisi kedua adalah masterpiece saya yang sudah dibacakan sejak Orde Baru di tahun 1995 dengan judul Watingpung.







2 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean