PROF TB RONNY NITIBASKARA@TEMANRHOMA.COM

Studio TV One, Kuningan 16 Juli 2015

"maaf dulu di kriminologi angkatan berapa? tanya Prof Ronny Nitibaskara disamping bang haji rhoma irama.

"saya dulu angkatan 1989 prof. Cuman 10 orang mahasiswanya", jawab saya mengenang masa kuliah (nyaris) abadi.

Percakapan saya dengan pembimbing skripsi saya ini berlangsung semalam, Rabu, 15 Juli 2015 di Mall Epiwalk, Kuningan pukul 19.00 sd 20.00.



Saya memperkenalkan pembimbing skripsi saya di kriminologi FISIP UI. Prof Ronnt memberikan statemen saat pertunjukan langsung bahwa beliau memang baru pertama kali kenal, yakni saat menunggu on camera.


Prof Ronny ingat saya ketika baru jumpa malam itu. Sekedar catatan memori saya beliau-lah yang memberikan jalan keluar dari Drop Out dari seorang aktifis tulen saat itu. Teringat saya saat saya mempresentasikan skripsi yang berjudul "Rasa Aman Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Indonesia". Beliau bertanya tentang mimetis yang saya jawab sebagai bentuk peniruan seperti anak kecil melakukan peniruan tanpa mengerti apa artinya. Terakhir, saya berhasil lulus meskipun harus sidang 2x, akibat cacat struktural not on time delivery. Bayangkan disaat mahasiswa lain enggan membuat skripsi, tetapi saya masih setia dalam jalur skripsi, ternyata harus ujian yang sama. Prof Ronny memahami psikologi saya saat itu dan melobi semua penguji untuk memberikan nilai dari B di sidang pertama menjadi A- pada sidang kedua....makasih Prof.



Semalam setelah sekitar 25 tahun tidak jumpa Prof berjalan agak tertatih, tetapi bicara lantang sesuai kapasitasnya sebagai pengamat gestur. Ia memberikan penilaian positif terhadap lebar wajah dan kerutan ditengah dahi (yang persis diatas hidung) Rhoma Irama. Rhoma dinilai oleh Prof Ronnny sebagai orang yang berani ambil resiko, bukan orang yang inkonsisten bergonta-ganti partai.


Prof yang mengajar mahasiswa dari berbagai kampus dari negeri, swasta dan menjadi rektor di sejumlah kampus masih tetap enak untuk diajak ngobrol dan humble. Senang sekali, saya bisa mengucapkan terima kasih kembali kepada Prof Ronny, "makasih prof pernah dibimbing prof tahun 1990-an. Akhirnya saya bisa duduk bersama prof-prof lain baik di TV, kampus atau ruang-ruang diskusi lainnya" lirih saya memberikan statemen didepan bang haji.


Saya membujuk bang haji untuk mengajak satu sesi tampil soneta bersama Prof Ronny. Kebetulan saya baru saja membeli CD Album the Profesor. Para Profesor tampil bareng menyanyikan lagu-lagu Ismail Marzuki. Prof Ronny ikut tampil bermain mandolin. Ketika mucle memainkan lagu begadang, Prof Ronny langsung berseru, "lagu begadang yang saya bawakan tahun 70-an ini menyebabkan saya menang di sebuah festival". Bang haji ternyata senang dan ngajak prof, "main prof sama soneta!" seru rhoma. Keren juga yah, kalau sekali kali Soneta atau Rhoma Irama tampil bersama para profesor dari Universitas Indonesia.

Makasih prof sudah bisa berteman dengan saya...mahasiswa abadi yang juga nakal yang selalu dapat C. Biasanya banyak dosen takut dengan mahasiswa yang selalu mendapat C, karena mahasiswa yang selalu mendapat nilai A biasanya menjadi sejawat atau dosen, mahasiswa yang mendapat B biasanya menjadi pengusaha, sementara yang selalu mendapat C biasanya menjadi politisi dan dapat menggusur dosen-dosen di kampus...ha ha ha ha...saya nggak akan menggusur mereka yang telah membuat saya jadi begini, prof..he he...


Viva Academia,

ramdansyah

3 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean