FORSA TEMANRHOMA

Soneta Record, 20 Februari 2015

Anda sudah menonton video penampilan rita sugiarto yang tampil 1 lagu bersama Soneta 19 Februari 2015 kemarin. Nonton dulu di https://www.youtube.com/watch?v=UO1ERfcChFE baru kemudian lanjutin baca tulisan ini. Tulisan ini terkait dengan kegiatan pelantikan FORSA atu Fans of Rhoma Irama and Soneta.

Kalau nggak mau? yach nggak apa-apa. He he.



Tulian ini saya kasih judul Berteman dengan Forsa, kenapa yach? bukankah pak ramdan Forsa? Nah itulah...bang haji dalam pidato atau dalam konferensi pers dengan media menyebutkan bahwa fans rhoma ada yang formal dan struktural namanya itu Forsa. Punya seragam dan punya kewajiban untuk menjalankan misi visi organisasi. Kalau kemarin Forsa yagn hadir menggunakan seragam warna hitam. Sementara saya menggunakan kaos warna orange. Ada juga anggota DPRD atau pengagum bang haji seperti Rita Sugiarto atau teman yang lain belum tentu masuk dalam struktur. T



Kenapa tidak masuk dalam struktur? jawabannya memang karena kesibukan atau memang lebih senang diluar struktur. Saya sendiri lebih senang membantu Forsa tidak dari dalam, tetapi mungkin dari luar lebih baik. Contoh ketika mbak debby 3 hari lalu mengonntak saya untuk dibantu bagaimana menghubungi media dan membuat rilis media, maka tidak perlu ba bi bu, saya pastikan siap bantu. Alhamduliah saya sudah mengirimkan email tulisan untuk di faks teman teman forsa di pagi hari, tetapi sayangnya sebagian teman mungkin lupa untuk memfaks ke sejumlah media (saya kirimkan 2 halaman rilis dan 5 lembar alamat media dan faks). Akhirnya baru malam hari ada yang menanyakan apakah ada alamat email media? saya jawab tidak ada dan memang kalau saya mengefaks atau mengirim email, twiter, fb, maka dipastikan akan memakan waktu minimal 3 jam. Tapi akhirnya menjelang tengah malam baru ada yang mengefaks media. He he itu sumber dari kawan Forsa sendiri.



Lalu kesenangan apa yang bisa didapat dari berteman dengan Forsa? Kesenangan saya karena berorganisasi hobi saya. Mudah bagi saya membuat analisis apalagi berada di struktur. Kesenangan kedua, organisasi ini memang perlu dibantu untuk menjadi bagian dari promosi budaya lokal kita yang memang asli, dangdut. Kebetulan pencipta atau pembangun pondasi atau apalah namanya adalah Rhoma Irama. Boleh dikatakan Rhoma adalah sejawat saya dalam politik. Saya boleh tidak sepaham atau berbeda pendapat sengit tentang sebuah isu, tetapi tidak untuk berkesenian. Oh maaf, bukan berkesenian secara umum, tetapi olah vocal. Karena saya sendiri memang penggiat seni, sebagai pemain teater dan penulis puisi. Saya sendiri pernah membacakan untuk bang haji teknik baca puisinya Chairil Anwar dengan judul karawang Bekasi sebelum beliau tampil bersama anak Chairil Anwar bernama Eva Alwani di Islamic Center Jakarta Utara. Ini saya lakukan dalam mobil Vellfire yang dibawa sama bang rito.


Soal dunia tarik suara, kalau tangan dan kaki saya semuanya jempol maka kesepuluh jempol saya serahkan ke bang haji. Bayangkan kemarin jumpa dengan bang haji terlihat muka yang cekung kedalam. Sebagai orang yang pernah makan bangku sekolah kesehatan tentu saja dapat membuat diagnosa kecil, "bang haji kurang sehat". Ah, itu asumsi saja kata teman-teman. Atau bilang bang ramdan sok tahu. ha ha ha...Kita sebagai fans tentu saja pengen bang haji memenuhi keinginan kita, tampil prima dengan vocal, petikan gitarny yahud dan mungkin tetap hapal lagu. Tetapi kemarin beliau sampai meminta anggota Soneta untuk mengubah nada. Dengarkan saja lagu pertama dan lagu kedua latihan Soneta kemarin. Ada yang hilang dari lagu tersebut. (Ah, Ramdan sok tahu lagi). Dengan kondisi yan lemah begini bang haji masih bisa menghibur penontonsetia dan sahabat-sahabatnya seperti Kyai Fachrul Rozi, pak rahmat dari Blikpapan, atau sesama pemain Soneta senior.

Nah, keuntungan saya yang lain berteman dengan Soneta adalah saya bisa ketemu sahabat-sahabat bang haji yang artis top dan mantan artis top dan mengambil foto atau videonya. Kemarin saya bisa mengambil gambar RIta Sugiarto, padahal dari rumah saya sebenarnya ingin ngobrol/wawancara dengan Riza Umami. Ini mantan pasangan duet bang haji yang suaranya saya kagumi. Keren untuk vocal Riza Umami.


Rita Sugiarto meskipun tampil hanya 1 lagu tetapi mengingatkan kembali Rhoma Irama tahun 70-an kata mas nur Soneta Mania. Rita cukup centil didepan bang haji dan membuat saya tertawa kecil ketika melihat bang haji cukup gelagapan melihat kecentilan Rita (makanya lihat video yang ada di link saya diatas). Alhasil, ini merupakan angin seger penampilan bang haji. Saya sih pengen bang haji bisa tampil dengan semua pasangan duet. Tentunya ada harapan saya punya koleksi foto dan video duet Rhoma dengan mantan pasangan nyanyi bersama Soneta.


Terakhir saya hormat kepada para fans yang cukup fanatik menggilai bang haji. Saya sih nggak gila-gila amat, tetapi amat nggak gila gila juga. Ha ha ha. maaf saya nggak mau bila ada yang tersinggung, karena hasil pantauan foto saya ada sejumlah penggemar yang memang kurang satu atau dua ons, tetapi masih tetap ngefans berat sama bang haji.

Bagi orang priok yang tinggal di lagoa dimana saya tinggal pasti akan tahu nama Dadang.



Dadang tinggal di jalan dukuh dekat wisma pelaut. Hari ini Dadang lebih sering terkulai diatas kursi roda dan badan yang lemah lunglai, tetapi di kupingnya pasti terselip earphone dan dipangkuannya adalah walkman (sebenarnya sudah ada iphone atau mungkin sekarang hp kalih, tapi dadang tetap setia dengan walkman). Dadang adalah orang yang saya lihat di foto teman teman kolektor ketika bang haji cek sound di Istora tahun 70 atau 80-an. Iya, saya temukan foto Dadang ada disana, meski ia cacat tubuh kaerna sakit panas ketika kecil tetapi tidak dapat mengalahkan hasrat untuk berjumpa dengan sang idola. Makanya, saya tidak heran Dadang akan mengejar dan menangkap anak-anak kecil yang meneriakan Rhoma Mati-Rhoma Mati. Dengan terseok-seok akan mengejar anak-anak kecil tersebut. Dan saya yakin anak-anak berani berteriak, karena yakin Dadang tidak mungkin berhasil mengejar, karena mamang Dadang punya kendala fisik.



Ups, tulisan saya kepanjangan. Baiklah saya kirimkan foto-foto fans dari anak kecil, orang dewasa sampai setengah tua. Ada yang artis, bekas artis atau bekas menteri. Dari yang pulang pergi naik pesawat, sampai fans yang kebingungan cari tumpangan untuk pulang, karena berat di ongkos. Dari yang ceria sampai yang lagi kebingungan mencari tahu apakah bini ngomel sebab pulang nggak bawa uang belanja, tetapi oleh-olehnya hanya foto-foto bang haji di handphone anaknya dengan lensa hanya 1 mega pixel. he he lensa 1 mega pixel kalau dicetak kemungkinan hasilnya nggak bisa kelihatan mata orangnya...xixix

Ah, sudahlah..biarkan teman teman yang menilai foto-foto saya. Yang pasti saya cukup senang bersahabat dengan Forsa. Biarkan saya jadi diri saya sendiri, Karena saya ramdansyah temanrhoma dan berteman dengan Forsa



12 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean