CERITA DIBALIK CHAIRIL ANWAR DARI TEMANRHOMA ANAK PRIOK

Priok, 1 Mei 2014

Kenapa judul tulisan ini Priok...karena saya sendiri anak priok..selama hidup tinggal di priok meski sempat berlalang buana seantero Indonesia dan sejumlah jagat raya...lahir di priok, sekolah di SD Lagoa, SMP 30, dan SMA 13 semuanya ada di Priok...mulai bergeser sekolahnya ketika kuliah di UI Depok...n sempat kuliah juga di Untag Jakarta yang ada di Utara-nya Jakarta (bacanya..masih di kawasan deket Priok)...


Cerita berlanjut tentang Priok ketika baru saja berkenalan dengan the legend. Rupanya bang haji rhoma semasa mudanya seringkali ke Bahtera atau yahct club...beberapa crew soneta juga menjelaskan bahwa ada masjid soneta di bilangan sand voor (sampur)..Teman teman bang haji ada juga orang priok seperti Amir Biki alm, salim kadar dll...




Lalu, apa hubungannya Priok dengan bang haji dalam konteks ke kinian? bermula dari Komunitas Seniman dan Budayawan (KSB) Jakarta Utara kami hendak mengundang bang haji. Saya selaku pekerja seni amatir yang berkumpul di KSB JU ingin memperingati hari wafatnya Chairil Anwar sang pujangga nasional. The legend yang wafat 28 April perlu diperingati, karena banyak pelajar bahkan mahasiswa tidak mengenal penyair "Binatang Jalang" ini. Kalau disebut Chairil Anwar, mereka menduga itu adalah nama teman-teman mereka.




Berbekal dari kenyataan ini, maka semangat untuk memperingati Chairil Anwar sebagai tokoh seniman ini perlu dilakukan. Kebetulan kami kenal dengan anak Chairil Anwar yang ternyata teman SD bang haji Rhoma. Eva Alwani sangat dekat dengan rekan rekan KSB JU. Dilalah, pada hari Senin, 28 April 2014 kami rapat dengan Trans 7 terkait acara hitam putih dengan narasumber the dangdut living legend...Ditanya siapa guest star untuk live 30 April 2014? Teman teman produksi belum punya tampaknya, karena cuman geleng-geleng..lalu saya sodorkan putri Chairil Anwar yang teman SD bang haji Rhoma disamping kasih notifikasi tanggal 28 April atau 2 hari sebelum acara live hitam putih-nya Dedy Corbuzeir adalah hari wafatnya penyair ini. Ternyata mereka setuju...lalu bu Eva yang menggunakan tongkat bisa hadir di Acara Hitam Putih, Trans 7.




Koq melenceng? Ah nggak tuch....Priok yang dikenal dengan Kramat Tunggak dan (maaf) lagu-lagu bang haji seringkali diputarkan didalam lokalisasi resmi ini di tahun 80 dan 90-an. Bahkan menjadi kontroversi lagu terjemahan tiada Tuhan selain Allah, menjadikan musik pengantar untuk .......ah, teman teman tahulah arti titik titik tersebut....Kramat Tunggak bagi warga Kecamatan Koja seperti saya ini, bukanlah tempat asing...dari tukang parkir, tukang urut, tukang mabuk, bahkan germonya ada orang yang asli Priok, tetapi minus pekerja seksnya...(biasanya impor dari Karawang, atau dikenal istilah goyang Karawang di lokasi ini)...Saya sendiri akhir 1990-an ketika lokalisasi ini akan dirubuhkan saya sempat 5 tahun menjadi peneliti untuk Pusat Penelitian Kesehatan UI melakukan penelitian dengan nama Behaviour Surveillance Survey (BSS) HIV/AIDS dari tahun 1995 sd 2000. Beberapa pekerja disana sempat saya wawancarai untuk keperluan penelitian akademis.




Sekarang di lokasi ini sudah berdiri Masjid Megah bernama Islamic Centre. Ada kebanggaan disamping ada keprihatinan. Bangga ada masjid yang menjadi pusat kegiatan Islam, tetapi prihatin sebagian pekerja seks mulai merambah rumah-rumah warga, ngekost dan ada kemungkinan juga buka lapak sangat tidak resmi...pada akhirnya menjamur pekerja seks berasal dari masyarakat sekitar seperti di Koljem (Kolong Jembatan, Cilincing), Tablo (Taman Bloon, Plumpang) dan sebagian bar-bar. Sementara yang dari luar Priok masih bertahan di Lokalisasi tidak resmi seperti di Rawa Malang atau Kalijodoh...bahkan ada yang sempat diekspor (baca trafficking) ke Batu Merah (Ambon), Karang Dempel (Ambon) atau Km 12 Maumere, Batu 15 dan Batu 21 Tanjung Pinang. Maaf nama nama lokasi tersebut pernah saya datangi untuk keperluan penelitian. Tambah melenceng lagi kan?



Selaku orang Priok perlu menjadikan Islamic Centre sebagai kebanggaan. Tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Untuk itu kami dari Komunitas Seniman dan Buday awan (KSB) Jakarta Utara akan mengundang bang haji rhoma (dan sudah confirmed) untuk hadir membawakan orasi kebudayaan dan membaca puisi Chairil Anwar berjudul Karawang Bekasi. Tidak lupa anak Chairil Anwar atau bu Eva Alwani juga akan datang dan baca puisi Chairil Anwar.....


Nggak percaya? Udah datang ajah ke Aula Masjid Islamic Centre, Jakarta Utara, Jum'at 2 Mei 2014 Pukul 14.00....apalagi kalau ente tinggal di Priok...Sholat Jum'at di Islamic dan kemudian dengar bang haji baca puisi dan kasih orasi kebudayaan...dijamin nggak rugi deh...


Udah yach segitu dulu....ntar siang mau antar puisi Karawang Bekasi dan mau lihat bang haji berlatih membaca puisi...

catatan: baju bang haji berbeda, karena yang tayang semalam adalah live dengan kostum merah, sementara untuk edisi rekaman menggunakan warna hitam

1 tampilan

© 2023 by MORGAN ZACHS. Proudly made by Wix.com

  • Facebook Clean
  • Instagram Clean
  • Twitter Clean
  • Flickr Clean